Yogyakarta – Seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi, pengetahuan mengenai bioteknologi modern, teknik deteksi molekuler menjadi sangat penting. Program Studi Magister dan Doktor Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Short Course & Workshop yang digelar pada Rabu – Kamis, 6–7 Agustus 2025. Tak sekadar pelatihan, kegiatan bertema “Pengenalan Teknik Mikrobiologi Dasar dan Deteksi Molekuler untuk Guru SMA di Wilayah Yogyakarta” ini melibatkan 26 guru Biologi SMA dari berbagai sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan menggabungkan pembelajaran teori dan praktik untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan bioteknologi modern yang relevan dengan kurikulum sekolah sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Short course & workshop bioteknologi dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi short course menampilkan materi yang disampaikan oleh para pakar di bidangnya, meliputi Dogma Sentral Biologi Molekuler, Isolasi DNA & PCR, Sejarah dan Cakupan Mikrobiologi, serta Kultur dan Pertumbuhan Mikrobia. Materi-materi tersebut memberikan landasan teori sekaligus wawasan terapan yang dapat diadaptasi guru untuk pembelajaran di SMA. Pada sesi workshop yang dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi UGM, peserta mempraktikkan langsung berbagai teknik, seperti isolasi DNA dari buah, PCR dan elektroforesis, inokulasi bakteri tanah, pewarnaan Gram, serta pengamatan morfologi bakteri. Melalui pengalaman ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, tetapi juga keterampilan laboratorium yang aplikatif untuk memperkaya metode pembelajaran di sekolah. Selain itu, pembekalan keterampilan ini diharapkan memperkuat kapasitas guru dalam mengajarkan sains berbasis laboratorium, mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui peningkatan literasi teknologi dan inovasi di tingkat pendidikan menengah.
Hasil evaluasi menunjukkan seluruh peserta menilai kegiatan ini bermanfaat, dengan hampir 100% responden menyatakan setuju bahwa materi dapat diterapkan di sekolah. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan pendanaan dari Sekolah Pascasarjana UGM dan sponsorship dari PT. Kairos Jaya Sejahtera. Ke depan, diharapkan program ini dapat berlanjut melalui kemitraan antara universitas dan sekolah, pelatihan berkala, serta perluasan jangkauan peserta.
Penulis: Rahmi Nafi’imama