• UGM
  • IT Center
  • SIMASTER
  • Library
  • SPs UGM
  • SC Biotech
  • Doctoral Biotech
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Program Magister Bioteknologi
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Dosen dan Tenaga Kependidikan
      • Dosen
    • Fasilitas
      • Fasilitas Pendukung Riset
      • LPPT UGM
      • Coaching dan Konsultasi
      • Perpustakaan
    • Akreditasi Program Studi
    • Hasil Audit Mutu Internal (AMI)
  • Akademik
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Buku Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
    • Mata Kuliah Magister Bioteknologi
    • Tata Tertib Ujian Tengah dan Akhir Semester
    • Layanan Online dan Template Surat SPs UGM
    • SOP Seminar Proposal Penelitian Tesis
    • Prosedur Pembimbingan Tesis
    • SOP Pendaftaran Ujian Tesis Tertutup dan Terbuka
    • Yudisium Mahasiswa Bioteknologi Pascasarjana UGM
  • Penelitian
    • Indonesian Journal of Biotechnology
    • Jadwal Seminar Proposal Tesis
  • Mahasiswa & Alumni
    • Monitoring Mahasiswa
    • Himpunan Mahasiswa
    • Tracer Study UGM
    • Alumni
  • Info Terkait
    • S3 Bioteknologi
    • Pusat Studi Bioteknologi
  • Beranda
  • Berita
  • Potensi Emas dari Cangkring: Bakteri Endofit sebagai Kunci Pertanian Berkelanjutan

Potensi Emas dari Cangkring: Bakteri Endofit sebagai Kunci Pertanian Berkelanjutan

  • Berita
  • 24 November 2025, 09.28
  • Oleh: aguswiyanto
  • 0

Gambar 1. Aktivitas antifungal terbaik terhadap Fusarium sp. oleh isolat bakteri endofit. A) Pertumbuhan Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici, B) isolat A1, C) isolat B1, D) isolat C1.

Menguak Rahasia Mikrobiologi Tanaman Langka

Di tengah desakan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia pertanian, dunia riset kini menyoroti potensi bakteri endofit—mikroorganisme yang hidup harmonis di dalam jaringan tanaman.

Salah satu penelitian yang dikembangkan di magister Bioteknologi menunjukkan hasil yang menjanjikan, yaitu bakteri endofit dari tanaman Cangkring (Erythrina fusca Lour.). Dalam penelitian ini, tanaman cangkring, tanaman langka yang dikenal sebagai obat tradisional, namun belum banyak dieksplorasi dari sisi mikrobiologinya. Keunikan ini menjadi titik awal yang menarik. Yang menarik, setiap tanaman memiliki karakter unik yang memengaruhi jenis mikroba yang hidup di dalamnya. Hal ini menyiratkan bahwa endofit dari Cangkring mungkin memiliki sifat-sifat unggul yang tidak dimiliki mikroba dari tanaman lain. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan simbiosis alami Cangkring sebagai bioagen pertumbuhan tanaman yang efektif.

Cangkring Menawarkan Alternatif Ramah Lingkungan

Dari penelitian pada tanaman Cangkring (Erythrina fusca Lour.), telah didapatkan puluhan isolat bakteri endofit. Isolat-isolat ini tidak langsung digunakan, melainkan menjalani proses screening dan uji lanjutan di laboratorium, meliputi pengujian kemampuan pendukung pertumbuhan hingga uji in vitro terhadap berbagai patogen umum. Hasil menunjukkan bahwa secara konsisten beberapa bakteri endofit dari Cangkring memiliki potensi besar untuk menjadi bioagen hayati yang sangat efektif. Kemampuan ganda mereka yakni mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal sekaligus melindungi tanaman melalui aktivitas antifungal yang terbukti (Gambar 1). Oleh karena itu, potensi ini menempatkan mereka sebagai alternatif pengganti pestisida kimia yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan. Penemuan ini merupakan langkah maju penting dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia, yang memerlukan penelitian lanjutan intensif untuk menguji formulasi produk, mengkonfirmasi peran bakteri endofit, mengukur stabilitas dan efektivitas aplikasi lapang, serta memastikan potensi komersialnya dalam skala besar.

Visi Pertanian Masa Depan

Hasil riset dari tanaman Cangkring ini memperkuat visi untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan, didukung oleh sumber daya hayati lokal yang belum tereksplorasi. Karena pada akhirnya, penelitian ini bukan hanya tentang mikroorganisme saja, tetapi tentang membangun pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berdaya saing untuk masa depan.

Tags: SDG 12 (Responsible Consumption and Production) SDG 15 (Life on Land) SDG 2 (Zero Hunger)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Barek, Jl. Teknika Utara, Kocoran, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

email : biotek.sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY