Gambar 1. Aktivitas antifungal terbaik terhadap Fusarium sp. oleh isolat bakteri endofit. A) Pertumbuhan Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici, B) isolat A1, C) isolat B1, D) isolat C1.
Menguak Rahasia Mikrobiologi Tanaman Langka
Di tengah desakan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia pertanian, dunia riset kini menyoroti potensi bakteri endofit—mikroorganisme yang hidup harmonis di dalam jaringan tanaman.
Salah satu penelitian yang dikembangkan di magister Bioteknologi menunjukkan hasil yang menjanjikan, yaitu bakteri endofit dari tanaman Cangkring (Erythrina fusca Lour.). Dalam penelitian ini, tanaman cangkring, tanaman langka yang dikenal sebagai obat tradisional, namun belum banyak dieksplorasi dari sisi mikrobiologinya. Keunikan ini menjadi titik awal yang menarik. Yang menarik, setiap tanaman memiliki karakter unik yang memengaruhi jenis mikroba yang hidup di dalamnya. Hal ini menyiratkan bahwa endofit dari Cangkring mungkin memiliki sifat-sifat unggul yang tidak dimiliki mikroba dari tanaman lain. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan simbiosis alami Cangkring sebagai bioagen pertumbuhan tanaman yang efektif.
Cangkring Menawarkan Alternatif Ramah Lingkungan
Dari penelitian pada tanaman Cangkring (Erythrina fusca Lour.), telah didapatkan puluhan isolat bakteri endofit. Isolat-isolat ini tidak langsung digunakan, melainkan menjalani proses screening dan uji lanjutan di laboratorium, meliputi pengujian kemampuan pendukung pertumbuhan hingga uji in vitro terhadap berbagai patogen umum. Hasil menunjukkan bahwa secara konsisten beberapa bakteri endofit dari Cangkring memiliki potensi besar untuk menjadi bioagen hayati yang sangat efektif. Kemampuan ganda mereka yakni mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal sekaligus melindungi tanaman melalui aktivitas antifungal yang terbukti (Gambar 1). Oleh karena itu, potensi ini menempatkan mereka sebagai alternatif pengganti pestisida kimia yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan. Penemuan ini merupakan langkah maju penting dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia, yang memerlukan penelitian lanjutan intensif untuk menguji formulasi produk, mengkonfirmasi peran bakteri endofit, mengukur stabilitas dan efektivitas aplikasi lapang, serta memastikan potensi komersialnya dalam skala besar.
Visi Pertanian Masa Depan
Hasil riset dari tanaman Cangkring ini memperkuat visi untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan, didukung oleh sumber daya hayati lokal yang belum tereksplorasi. Karena pada akhirnya, penelitian ini bukan hanya tentang mikroorganisme saja, tetapi tentang membangun pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berdaya saing untuk masa depan.