Osaka University dan Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki kerja sama dalam memperkuat hubungan dan kolaborasi riset internasional. Salah satu bentuk implementasi kerja sama tersebut adalah melalui Frontier Lab Mini Program dalam skema Short Stay Short Visit (SSSV) yang dilaksanakan di Osaka University pada tanggal 2 Oktober – 12 November 2025. Program ini merupakan program student exchange/kegiatan kunjungan mahasiswa jangka pendek yang diselenggarakan melalui Student Exchange Support Program, didukung oleh Japan Student Services Organization (JASSO) serta melibatkan kerja sama dengan berbagai universitas di kawasan ASEAN. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman riset internasional jangka pendek melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan penelitian di laboratorium Osaka University, sekaligus mengenal budaya riset Jepang dan memperkuat jejaring serta kolaborasi akademik internasional.
Pada kesempatan ini, satu mahasiswa UGM, Auraga Dewantoro, mengikuti program tersebut dan bergabung di Watanabe Laboratory yang berfokus pada bidang bioteknologi lingkungan. Secara khusus, laboratorium ini mengkaji respon biologis organisme terhadap paparan polutan lingkungan serta pengembangan metode deteksi dampak polutan menggunakan sistem biologis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana polutan memengaruhi tubuh manusia dan organisme lain, sekaligus mengembangkan sistem evaluasi biologis baru dalam penilaian dampak lingkungan.
Objek utama yang digunakan dalam penelitian di laboratorium ini adalah Daphnia magna, organisme air tawar yang banyak dimanfaatkan sebagai organisme model dalam studi ekotoksikologi. Organisme ini memiliki karakteristik unik, yaitu tidak memiliki kromosom seks, sehingga determinasi jenis kelaminnya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Dalam kondisi lingkungan yang stabil dan menguntungkan, Daphnia magna akan bereproduksi secara partenogenesis dan menghasilkan individu betina, sedangkan pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, organisme ini akan menghasilkan individu jantan. Sensitivitas Daphnia magna terhadap perubahan lingkungan menjadikannya indikator biologis yang efektif sebagai sistem deteksi dini terhadap pencemaran lingkungan.

Dalam program ini, mahasiswa UGM memperoleh kesempatan untuk memperdalam kajian tersebut dengan memanfaatkan teknologi CRISPR-Cas9 untuk melakukan desain genome editing pada gen tertentu pada Daphnia magna. Pendekatan ini digunakan untuk mengamati perubahan fenotipe yang muncul sebagai respon terhadap modifikasi genetik, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme biologis respon organisme terhadap polutan lingkungan.
Selama kurang lebih dua bulan pelaksanaan proyek penelitian, mahasiswa melaksanakan kegiatan riset secara intensif di laboratorium. Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa akan menyampaikan final presentation kepada sivitas akademika International Center for Biotechnology (IC Biotech) Osaka University untuk memaparkan hasil penelitian yang diperoleh, sekaligus menerima masukan dan diskusi ilmiah guna meningkatkan kualitas serta pengalaman riset dalam lingkungan akademik Jepang.