Pengelola Bioteknologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadiri Seminar on GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) Action Framework Development yang diselenggarakan di Universitas Mataram (Unram), Rabu (29/4). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Koneksi, LPDP, BRIN, Curtin University, UGM, Universitas Brawijaya, dan Unram.

Mengusung tema “Student-Led Inclusive Action for Blue Circular Economy”, seminar ini menyoroti pemanfaatan limbah cangkang udang sebagai bahan baku produk bernilai tinggi seperti kitosan. Pendekatan ini tidak hanya mendukung konsep ekonomi sirkular biru, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.
Pengelola Bioteknologi UGM menekankan pentingnya hilirisasi riset agar inovasi berbasis bioteknologi dapat diimplementasikan secara nyata di masyarakat. Selain itu, pelibatan mahasiswa dan kolaborasi lintas institusi dinilai menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan mitra internasional dalam mendorong pembangunan ekonomi pesisir berbasis potensi lokal yang berkeadilan dan berkelanjutan.